Konferensi Pers Ibu Walikota Mojokerto terkait Pembelajaran Tatap Muka SD dan SMP di Kota Mojokerto Dimulai 1 Maret 2021

Tanggal 2021-02-22 23:27:21 By admin

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto segera memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang SD dan SMP. Rencananya, PTM ini akan dimulai pada 1 Maret 2021. Sesuai dengan pengumuman secara resmi oleh ibu Walikota Ika Puspitasari pada konferensi pers tanggal 22 Februari 2021 bertempat di Pendopo Rumah Rakyat.

    Hal ini didasari dalam surat persetujuan bertanggal 16 Februari 2021 bernomor 420/301/417.501/2021 tentang Permohonan Izin Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka jenjang SD dan SMP. Hal ini juga memperhatikan SKB 4 Menteri Nomor 04/kb/2020, Nomor 737 Tahun 2020 Nomor : k.01.08/menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020-2021 di masa pandemi Covid-19 dimana disebutkan agar dinas pendidikan provinsi, kabupaten, maupun kota untuk menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka atau kelas klasikal secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan.

     Walikota juga mengatakan, ada 5 hal penting yang menyangkut protokol kesehatan dan menjadi syarat dalam penerapan PTM ini. Diantaranya :

   1. Kapasitas Peserta sidik maksimal 50 persen.

   2. Baik Guru dan Siswa Wajib memakai masker 3 lapis selama KBM.

   3. Tersedia alat cuci tangan dan dilakukan dengan SOP yang benar. Yakni, cuci tangan

       dengan air mengalir dan pakai sabun. Dilakukan sebelum dan sesudah masuk kelas.

   4. Diterapkan jaga jarak minimal 1,5 meter antara siswa dan guru.

   5. Diterapkan etika batuk dan bersin. Bagi siswa yang timbul gejala batuk dan flu tidak

       boleh Ikut PTM dan diarahkan mengikuti pembelajaran melalui daring.

    Adapun jumlah total siswa SD yang yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebanyak 12.314 siswa dan siswa SMP sebanyak 8.362 siswa.

    Seluruh siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka, tentunya harus mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali terlebih dahulu. Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama.

     Tenaga pendidik juga sudah diusulkan untuk mendapatkan prioritas vaksin, agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman. Penerapan KBM nantinya akan berjalan dengan sistem blended learning yakni perpaduan antara kbm tatap muka dan KBM daring, sampai pelaksanaan pendidikan di kota mojokerto berangsur normal kembali.